Jumat, 08 Juli 2016

makalah arapaima gigas



MAKALAH
ZOOLOGI VERTEBRATA
PISCES
ARAPAIMA GIGAS







OLEH :
NAMA   : SEPTIAWAN PUTRANTO (151.145.079)
KELAS  : IV.C    



JURUSAN PENDIDIKAN IPA BIOLOGI
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN (FITK)
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN)
MATARAM
2016

KATA PENGANTAR
Puji syukur penyusun panjatkan ke hadirat Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa, karena dengan limpahan rahmat serta karunia-Nya sehingga penyusun dapat menyelesaikan makalah mata pelajaran Zoologi Vertebrata ini tepat pada waktunya. Shalawat dan salam semoga terlimpahkan kepada Nabi Muhammad SAW beserta keluarga dan para sahabat beliau serta orang-orang yang mengikuti mereka sampai hari kebangkitan.  
            Alhamdulillah, pada kesempatan ini penyusun sampaikan terima kasih kepada Dosen pembimbing kami yang telah memberikan penyusun berkesempatan untuk membuat makalah tentang Zoologi Vertebrata ini.
            Walaupun makalah ini telah diusahakan penyusunannya secermat dan sebaik mungkin, namun tidak menutup kemungkinan masih terdapat kekurangan dan kesalahan dalam penyusunannnya. Oleh karena itu, dengan kerendahan hati penyusun  mengharapkan kritik dan saran yang membangun. Semoga penyusunan makalah  ini bermanfaat bagi kita semua. Amin…
           
 Mataram, 25 April  2016                         
Penyusun




DAFTAR ISI


KATA PENGANTAR………………………………………………………..ii
DAFTAR ISI..........................................................................................iii
BAB I PENDAHULUAN .............................................................................. 1
A.    Latar belakang................................................................................ 1
B.     Rumusan masalah........................................................................... 1
C.     Tujuan............................................................................................. 1
BAB II PEMBAHASAN................................................................................ 2
BAB III PENUTUP........................................................................................ 5
A.    Kesimpulan .................................................................................... 5
B.     Saran............................................................................................... 5
DAFTAR PUSTAKA













BAB I
PENDAHULUAN
A.   Latar Belakang
Pisces merupakan hewan yang hidup di dalam air. Ada yang hidup di air tawar, air payau, dan ada juga yang hidup di air laut. Untuk memudahkan geraknya, tubuh ikan diselimuti oleh sisik yang berlendir. ciri-ciri Ikan bergerak dengan menggunakan sirip. Sirip terdiri atas sirip punggung, sirip dada, sirip perut, sirip belakang, dan sirip ekor. Selain itu, ciri-ciri ikan juga mempunyai gurat sisi yang berfungsi untuk mengetahui tekanan air. ciri-ciri Ikan bernapas dengan insang yang dilindungi oleh tutup insang yang operkulum. ciri-ciri Ikan bersifat poikiloterm atau berdarah dingin. Suhu disebut  tubuhnya dapat berubah sesuai dengan suhu lingkungannya.
Ikan Arapaima (bahasa latinnya: Arapaima gigas) yang dikenal dengan nama pirarucu di Brazil dan paiche di Peru merupakan salah satu jenis ikan air tawar terbesar di dunia yang masih hidup. Ikan raksasa ini merupakan hewan warisan jaman purba yang tidak mengalami evolusi dan belum punah.
Ikan arapaima berasal lembah sungai Amazon dan danau-danau serta rawa-rawa di dekatnya di Amerika Selatan. Terbatasnya distribusi ikan ini karena adanya jeram besar atau air terjun yang tidak bisa dilewatinya.
B.  Rumusan Masalah
1.      Apa saja perbedaan morfologi dan anatomi ikan arapaima dibandingkan dengan ikan lain?
2.      Dimana letak habitat ikan arapaima?
C.  Tujuan
1.      Untuk mengetahui perbedaan morfologi dan anatomi ikan arapaima dibandingkan dengan ikan lain.
2.      Untuk mengetahui habitat ikan arapaima.




BAB II
PEMBAHASAN

Ikan Arapaima (bahasa latinnya: Arapaima gigas) yang dikenal dengan nama pirarucu di Brazil dan paiche di Peru merupakan salah satu jenis ikan air tawar terbesar di dunia yang masih hidup. Ikan raksasa ini merupakan hewan warisan jaman purba yang tidak mengalami evolusi dan belum punah.
Sepintas apabila dilihat dari samping, ikan ini memiliki bentuk tubuh yang mirip ikan arwana. Arapaima memang satu keluarga (famili) dengan ikan arwana yaitu famili Osteoglossidae. Namun penampang tubuh ikan arapaima lebih bulat sedangkan ikan arwana penampang tubuhnya pipih. Kepala arapaima lebih lancip jika dilihat dari samping dan lebih ceper. Ikan arapaima dewasa bisa mencapai panjang 4,5 meter, dengan berat sampai dengan 200 kg. Karena bentuknya yang unik (mirip ikan arwana) dan ukurannya yang luar biasa besar, ikan ini sekarang menjadi ikan hias yang banyak diminati para hobiis ikan hias sebagai hewan peliharaan.
Ikan arapaima berasal lembah sungai Amazon dan danau-danau serta rawa-rawa di dekatnya di Amerika Selatan. Terbatasnya distribusi ikan ini karena adanya jeram besar atau air terjun yang tidak bisa dilewatinya.
Arapaima termasuk ikan yang bernapas dengan mengambil udara langsug dari udara atmosfer. Oleh karena itu, ikan ini harus muncul ke permukaan air setiap 5 – 20 menit sekali untuk menghirup udara, tergantung pada ukurannya. Ikan arapaima muda, biasanya muncul dipermukaan setiap 5 menit sekali, sedangkan ikan dewasa muncul setiap 15 – 20 menit sekali. Meskipun arapaima menyelam di bawah air selama beberapa menit, ikan ini cenderung untuk tetap dekat permukaan air, dimana mereka berburu dan sering menghirup udara yang menimbulkan suara khas seperti suara batuk.
Arapaima adalah hewan karnivora. Karnivora adalah hewan pemakan hewan lain. Arapaima adalah predator yang berada di puncak rantai makanan di habitatnya. Ikan ini memakan ikan-ikan kecil, krustasea (seperti udang, kepiting, lobster), dan hewan-hewan darat di sekitar sungai yang bisa diburu terutama burung.
Banjir musiman Amazon telah menjadi bagian dari siklus reproduksi arapaima. Arapaima bertelur pada bulan-bulan dimana ketinggian air surut atau mulai naik. Arapaima membuat sarang kira-kira 50 cm lebarnya sedalam 15 cm di dasar air, biasanya di daerah yang berlumpur. Saat permukaan air naik, telur-telur tersebut menetas dan bayi-bayi arapaima mendapatkan musim banjir untuk mulai tumbuh, pada bulan antara Mei sampai Agustus
Arapaima jantan melindungi bayi-bayi arapaima dalam mulutnya sampai mereka cukup umur untuk dilepas berenang sendiri. Arapaima betina membantu melindungi arapaima jantan dan anak-anaknya dengan mengitari mereka dan menghalangi predator yang berpotensi memangsa anak-anaknya. Arapaima bisa hidup sampai 20 tahun.
Meskipun jumlahnya semakin berkurang di alam, statusnya tidak sedang terancam punah sehingga ikan ini bukan termasuk spesies hewan yang dilindungi.
Kecenderungan arapaima untuk berada dekat permukaan air membuatnya rentan terhadap predator manusia, yang dengan mudah dapat membidiknya dengan tombak. Beberapa komunitas penduduk setempat mengkonsumsi daging dan lidah arapaima dan mengumpulkan sisiknya, yang dibentuk menjadi perhiasan unik dan barang-barang lainnya.


Klasifikasi Ilmiah

Klasifikasi ilmiah arapaima adalah sebagai berikut:
Kerajaan          : Animalia
Filum               : Chordata
Kelas               : Actinopterygii
Ordo                : Osteoglossiformes
Famili              : Osteoglossidae
Subfamili         : Heterotidinae
Genus              : Arapaima
Spesies            : A. gigas
Nama binomial: Arapaima gigas
Tipe sisik ikan arapaima gigas ini merupakan tipe sisik cikoid.Sisik ini hanya ditemukan pada ikan fosil dan ikan primitive yang sudah punah dari kelompok Crossopterygii dan Dipnoi. Sisik ikan ini terdiri dari beberapa lapisan, yang berturut-turut dari luar adalah vitrodentine, yang dilapisi semacam enamel, kemudian cosmine yang merupakan lapisan terkuat dan noncellular, terakhir isopedine yang materialnya terdiri dari substansi tulang. Pertumbuhan sisik ini hanya pada bagian bawah, sedangkan pada bagian atas tidak terdapat sel-sel hidup yang menutup prmukaan. Tipe sisik ini ditemukan pada jenis ikan Latimeria chalumnae








BAB III
PENUTUP
A.   Kesimpulan
Ikan arapaima berasal lembah sungai Amazon dan danau-danau serta rawa-rawa di dekatnya di Amerika Selatan. Terbatasnya distribusi ikan ini karena adanya jeram besar atau air terjun yang tidak bisa dilewatinya.
Arapaima adalah hewan karnivora. Karnivora adalah hewan pemakan hewan lain. Arapaima adalah predator yang berada di puncak rantai makanan di habitatnya. Ikan ini memakan ikan-ikan kecil, krustasea (seperti udang, kepiting, lobster), dan hewan-hewan darat di sekitar sungai yang bisa diburu terutama burung.
Banjir musiman Amazon telah menjadi bagian dari siklus reproduksi arapaima. Arapaima bertelur pada bulan-bulan dimana ketinggian air surut atau mulai naik. Arapaima membuat sarang kira-kira 50 cm lebarnya sedalam 15 cm di dasar air, biasanya di daerah yang berlumpur.
Saat permukaan air naik, telur-telur tersebut menetas dan bayi-bayi arapaima mendapatkan musim banjir untuk mulai tumbuh, pada bulan antara Mei sampai Agustus
Arapaima jantan melindungi bayi-bayi arapaima dalam mulutnya sampai mereka cukup umur untuk dilepas berenang sendiri. Arapaima betina membantu melindungi arapaima jantan dan anak-anaknya dengan mengitari mereka dan menghalangi predator yang berpotensi memangsa anak-anaknya. Arapaima bisa hidup sampai 20 tahun.
B.  Saran
Semoga makalah ini dapat membantu pembaca untuk menambah ilmu dan pengalaman dan semoga makalah ini dapat bermanfaat.





DAFTAR PUSTAKA
Fauziawati, Nova. 2011. Zoologi Vertebrata.http://novanurfauziawati.files. wordpress. com
            Diakses pada 24 April 2016 pukul 10:50 WITA
Lakitan, Benyamin. 2012. Dasar-dasar Zoologi vertebrata pisces. Jakarta: Rajawali Pers
Lovelles, A. R. 1997. Zoologi Dasar. Gramedia, Jakarta.
Magfirah, Feyzar. 2013.Zoologi Ikan Purba.http://feyzarmaghfirah.
            blogspot.com.transpor-elektron.html. Diakses pada 24April
            2016 pukul 10:50 WITA.
Santosa. 1990.Panduan Zoologi. Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta.

Jumat, 18 Maret 2016

makalah biokimia struktur lipid



MAKALAH
BIOKIMIA
“STRUKTUR LIPID”







 OLEH :
NAMA : SEPTIAWAN PUTRANTO
NIM     : (151.145.079)
KELAS: IV/C


JURUSAN PENDIDIKAN IPA BIOLOGI
FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN (FITK)
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI (IAIN)
MATARAM
2016


Kata Pengantar
Alhamdulillah, puji syukur kehadiran Allah SWT, atas segala limpahan rahmat, hidayah, serta taufik-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah Biokimia tentang Struktur Lipid. Tak lupa shalawat dan salam kami sampaikan kepada baginda Nabi Umat Islam sepanjang jalan juga merupakan Nabi penutup para Nabi beliaulah yang kami harapkan syafa’atnya dihari akhir nanti yaitu Nabi Muhammad Rasulullah SAW.
Dalam penyusunan makalah ini, tentunya banyak pihak yang telah membantu kami. Oleh karena itu, kami menyampaikan terima kasih  yang sebesar-besarnya. Semoga Allah menerima dan meridhoi segala apa yang sudah dikerjakan dan semoga amal baiknya dinilai sebagai ibadah disisi Allah SWT. Amin
            Tiada manusia yang sempurna di muka bumi ini melainkan Tuhan kita, begitu juga dalam penulisan laporan ini, kami menyadari pasti banyak kekurangan dan keterbatasan. Oleh karena itu kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang konsutif untuk perbaikan dan penyempurnaan laporan-laporan selanjutnya.
            Semoga makalah yang kami susun ini dapat bermanfaat bagi penyusun maupun pembaca pada umumnya dimasa-masa yang akan datang.
                      

                                                                                   Matataram, 21 Maret 2016

                                                                                                Penulis

 





DAFTAR ISI


KATA PENGANTAR………………………………………………………..i
DAFTAR ISI..........................................................................................ii
BAB I PENDAHULUAN ............................................................................. 1
A.    Latar belakang................................................................................ 1
B.     Rumusan masalah........................................................................... 2
C.     Tujuan............................................................................................. 2
BAB II PEMBAHASAN............................................................................... 3
BAB III PENUTUP....................................................................................... 6
A.    Kesimpulan .................................................................................... 6
B.     Saran............................................................................................... 6
DAFTAR PUSTAKA

















BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang

Lipid adalah senyawa organic yang diperoleh dari proses dehidrogenasi endotermal rangkaianhidrokarbon. Lipid bersifat amfifilik, artinya lipid mampu membentuk struktur seperti vesikel, luiposom, atau membran lain dalam lingkungan basah.
Lipid adalah zat atau senyawa yang bersifat tidak mengantar arus listrik yang baik. Beberapa organ tubuh yang berfungsi sebagai pengantar impuls/rangsangan selalu dibungkus oleh lipidsebagai isolator, misalnya pada organ syaraf hewan-hewan tingkat tinggi/manusia. Lipid juga sebagai peredam/kedap suhu karena itu lipid juga berfungsi sebagai isolator suhu. Hewan-hewan yang hidup di kutub di bawah kulitnya disimpan lapisan lemak yang tebal agar suhu tubuh ± 37oC dapat dipertahankan.
Secara umum senyawa yang disebut lipid biasanya di artikan sebagai suatu senyawa yang dalam pelarut tidak larut dalam air, namun larut dalam organic. Contohnya benzena, eter, dan kloroform.
Lipid mengacu pada golongan senyawa hidrokarbon alifatik nonpolar dan hidrofobik. Karena nonpolar, lipid tidak larut dalam pelarut polar seperti air, tetapi larut dalam pelarut nonpolar, seperti alkohol, eter atau kloroform. Fungsi biologis terpenting lipid di antaranya untuk menyimpan energi, sebagai komponen structural membran sel, dan sebagai pensinyalan molekul.
Seperti dengan semua molekul organik, tulang punggung molekul lipid adalah rantai atom karbon. Dari sana, tiga jenis utama dari molekul lipid bervariasi dalam struktur. Lemak, satu gliserol (alkohol tiga karbon) terpasang ke “ekor” panjang yang terdiri dari tiga asam lemak (ini adalah mengapa lemak juga disebut “trigliserida”). Fosfolipid secara struktural mirip dengan lemak, tapi dengan hanya dua asam lemak yang melekat pada gliserol.

B.     Rumusan Masalah
Bagaimanakah mengetahui struktur lipid?

C.    Tujuan
Untuk mengetahui struktur lipid.


























BAB II
PEMBAHASAN
Lipid adalah senyawa organic yang diperoleh dari proses dehidrogenasi endotermal rangkaianhidrokarbon. Lipid bersifat amfifilik, artinya lipid mampu membentuk struktur seperti vesikel, luiposom, atau membran lain dalam lingkungan basah.
Lipid adalah zat atau senyawa yang bersifat tidak mengantar arus listrik yang baik. Beberapa organ tubuh yang berfungsi sebagai pengantar impuls/rangsangan selalu dibungkus oleh lipidsebagai isolator, misalnya pada organ syaraf hewan-hewan tingkat tinggi/manusia. Lipid juga sebagai peredam/kedap suhu karena itu lipid juga berfungsi sebagai isolator suhu. Hewan-hewan yang hidup di kutub di bawah kulitnya disimpan lapisan lemak yang tebal agar suhu tubuh ± 37oC dapat dipertahankan (Lehninger, 1982:65).
Secara umum senyawa yang disebut lipid biasanya di artikan sebagai suatu senyawa yang dalam pelarut tidak larut dalam air, namun larut dalam organic. Contohnya benzena, eter, dan kloroform. Suatu lipid tersusun atas asam lemak dan gliserol. Berbagai kelas lipid dihubungkan satu sama lain berdasarkan komponen dasarnya, sumber penghasilnya, kandungan asam lemaknya, maupun sifat-sifat kimianya. Kebanyakan lipid ditemukan dalam kombinasi dengan senyawa sederhana lainnya (seperti ester lilin, trigliserida, steril ester dan fosfolipid), kombinasi dengan karbohidrat (glikolipid), kombinasi dengan protein (lipoprotein).
Lipid mengacu pada golongan senyawa hidrokarbon alifatik nonpolar dan hidrofobik. Karena nonpolar, lipid tidak larut dalam pelarut polar seperti air, tetapi larut dalam pelarut nonpolar, seperti alkohol, eter atau kloroform. Fungsi biologis terpenting lipid di antaranya untuk menyimpan energi, sebagai komponen structural membran sel, dan sebagai pensinyalan molekul.
Lipid biologis seluruhnya atau sebagiannya berasal dari dua jenis sub satuan atau blok bangunan biokimia yaitu, gugus ketoasil dan gugus isoprena. Lipid mengacu pada golongan senyawa hidrokarbon alifatik nonpolar dan hidrofobik. Karena nonpolar, lipid tidak larut dalam pelarut seperti polar seperti air, tetapi larut dalam pelarut non polar, seperti alkohol, eter, atau kloroform.
Lipid atau lemak dikatakan sebagai pelindung, baik seluluer maupun aseluler. Pelindung selular karena lipid merupakan bagian integral dari membran sel, dimana membran sel adalah pelindung utama sel. Sebagai pelindung aselular, lipid dikatakan sebagai pelindung organisme. Lipid sebagai pelindung organisme dalam bentuk jaringan integumen karena jaringan integumen banyak mengandung lipid, lipid tersebut membungkus kuncup-kuncup daun, buah, bunga, putik terutama dari serangan air dan racun-racun serangga.
Seperti dengan semua molekul organik, tulang punggung molekul lipid adalah rantai atom karbon. Dari sana, tiga jenis utama dari molekul lipid bervariasi dalam struktur. Lemak, satu gliserol (alkohol tiga karbon) terpasang ke “ekor” panjang yang terdiri dari tiga asam lemak (ini adalah mengapa lemak juga disebut “trigliserida”).
Fosfolipid secara struktural mirip dengan lemak, tapi dengan hanya dua asam lemak yang melekat pada gliserol. Di tempat asam lemak ketiga adalah gugus fosfat. Steroid terbentuk dari empat cincin karbon menyatu, dengan kelompok kimia yang berbeda terpasang yang mempengaruhi fungsi molekul.
                                    Gliserol adalah suatu trihidroksi alkohol yang terdiri atas tiga atom karbon. Jadi tiap atim karbon mempunyai gugus –OH. Satu molekul gliserol dapat mengikat satu, dua atau tiga molekul asam lemak dalam bentuk ester, yang disebut monogliserida, digliserida, atau trigliserida. Pada lemak, suatu molekul gliserol mengikat tiga molekul asam lemak, oleh karena itu lemak adalah:

HO – CH2                 R1 – COO – CH2                     HO – CH2                                                R1 – COO – CH2        
            |                                        |                                      |                                                   |
HO – CH                         HO – CH            R2 – COO – CH                                     R2 – COO - CH
            |                                        |                                      |                                                   |
HO – CH2                               HO – CH2                R3 – COO – CH2                                              R3 – COO – CH2
(Gliserol)                (Monogliserida)               (Digliserida)                                (Trigliserida)

            Asam lemak yang terdapat dalam alam adalah asam palmitat, stearat, dan linoleat.
Berikut ini struktur lipid berbeda dengan karbohidrat dan protein, lipid bukan merupakan suatu polimer. Suatu molekul dikatagorikan dalam lipid karena : mempunyai kelarutan yg rendah di dlm air larut dalam pelarut organik (eter, kloroform) terdiri dari C, H, O. Berikut ini penggolongan lipid dilihat dari struktur dan fungsinya.
Berdasarkan strukturnya, lipid dapat dibagi menjadi dua : 1.) Lipid dengan rantai hidrokarbon terbuka. Contonhnya : asam lemak, 2.) Lipid dengan rantai hidorkarbon siklis contohnya : steroid (kolesterol) Lipid simpanan (storage lipid) Lipid struktural (penyusun membran) TAG, pingolipid, fosfoasilgliserol, dan glikolipid.
Meskipun istilah lipid kadang-kadang digunakan sebagai sinonim dari lemak. Lipid juga meliputi molekul-molekul seperti asam lemak dan turunan-turunannya (termasuk tri-, di-, dan monogliserida dan fosfolipid, juga metabolit yang mengandung sterol, seperti kolesterol). Meskipun manusia dan mamalia memiliki metabolisme untuk memecah dan membentuk lipid, beberapa lipid tidak dapat dihasilkan melalui cara ini dan harus diperoleh melalui makanan.


 









BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
Lipid adalah senyawa organic yang diperoleh dari proses dehidrogenasi endotermal rangkaianhidrokarbon. Lipid bersifat amfifilik, artinya lipid mampu membentuk struktur seperti vesikel, luiposom, atau membran lain dalam lingkungan basah.
Lipid mengacu pada golongan senyawa hidrokarbon alifatik nonpolar dan hidrofobik. Karena nonpolar, lipid tidak larut dalam pelarut polar seperti air, tetapi larut dalam pelarut nonpolar, seperti alkohol, eter atau kloroform. Fungsi biologis terpenting lipid di antaranya untuk menyimpan energi, sebagai komponen structural membran sel, dan sebagai pensinyalan molekul.
Secara umum senyawa yang disebut lipid biasanya di artikan sebagai suatu senyawa yang dalam pelarut tidak larut dalam air, namun larut dalam organic. Contohnya benzena, eter, dan kloroform. Suatu lipid tersusun atas asam lemak dan gliserol. Berbagai kelas lipid dihubungkan satu sama lain berdasarkan komponen dasarnya, sumber penghasilnya, kandungan asam lemaknya, maupun sifat-sifat kimianya. Kebanyakan lipid ditemukan dalam kombinasi dengan senyawa sederhana lainnya (seperti ester lilin, trigliserida, steril ester dan fosfolipid), kombinasi dengan karbohidrat (glikolipid), kombinasi dengan protein (lipoprotein).
B.     Saran
Demikian makalah ini saya susun dengan segala kemampuan dan keterbatasan saya. Pemakalah menyadari bahwa masih banyak kekurangan pada makalah ini dan maka dari itu, kritik dan saran yang membangun sangat saya harapkan demi kesempurnaan makalah ini. Dan semoga makalah ini mudah dipahami dan bermanfaat bagi pembaca umumnya dan bermanfaat di masa yang akan datang. Aamiin.
DAFTAR PUSTAKA

Armstrong, Frank B. 1995. Buku Ajar Biokimia. Edisi ketiga. EGC: Jakarta.
Gilvery, Goldstein. 1996. Biokimia Suatu Pendekatan Fungsional. Edisi 3. Airlangga University     Press: Surabaya.
Harper, et al. 1980. Biokimia (Review of Physiological Chemistry). Edisi 17. EGC: Jakarta.
Riawan, S. 1990. Kimia Organik. Edisi 1. Binarupa Aksara: Jakarta.